Saturday, November 30, 2019

Harbolnas Hari Belanja Online Nasional Orang Indonesia


Harbolnas


Adalah singkatan dari Hari Belanja Online Nasional. Di hari belanja online nasional ini, Kamu bisa mendapatkan promo serta diskon  besar-besaran dari berbagai website e-commerce dan bisnis-bisnis online se-tanah air. Awal mula event tahunan ini diadakan pada 12 Desember 2012 oleh 7 website e-commerce Indonesia mulai dari Lazada sampai Bukalapak.



Konsep Harbolnas memang mirip dengan acara diskon besar-besaran tahunan yang diadakan di sejumlah negara besar seperti Amerika, Kanada, Jerman, Inggris, dan Jepang. Di negara-negara tersebut, masyarakat merayakan liburan yang dikenal dengan nama Thanksgiving Day. Perayaan ini identik dengan acara Black Friday yang diadakan pada hari Jumat setelah hari Thanksgiving.

Selama Black Friday, toko-toko di negara-negara tersebut memberikan promo dan diskon besar-besaran serta membuka toko lebih lama untuk menarik pembeli. Untuk e-commerce di negara tersebut juga mengadakan event Cyber Monday dimana website-website e-commerce memberikan promo dan diskon besar-besaran secara online melalui website mereka. Cyber Monday biasa diadakan di hari Senin setelah Black Friday.

Awal mulanya, Harbolnas ini diadakan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang belanja online. Pada tahun 2012, e-commerce belum memiliki popularitas seperti sekarang ini. Masih banyak orang yang kurang percaya untuk melakukan transaksi online. Website e-commerce yang sudah lebih dulu populer pada tahun itu menyadari bahwa pengguna internet di Indonesia cukup tinggi, tetapi transaksi online belum begitu banyak.

Dipelopori oleh Lazada, 12 Desember 2012 menjadi kali pertama diadakannya Harbolnas. Dengan mengambil tajuk 12.12.12, event ini juga diikuti oleh pemain-pemain e-commerce lainnya seperti Zalora, BerryBenka, Traveloka, Luxola, dan masih banyak lagi. Salah satu tujuan utama diadakannya Harbolnas ini adalah untuk memperkenalkan online shopping dan e-commerce ke lebih banyak orang Indonesia serta memajukan industri e-commerce di Indonesia.

Harbolnas 2019


Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) kembali digelar pada 11-12 Desember 2019 mendatang. Dalam perayaan yang kesembilan kalinya ini, sektor perdagangan digital yang terlibat akan semakin diperluas.

“Tak hanya produk gaya hidup atau produk elektronik saja, tapi kami ingin semua bisa dipasarkan secara luas dan mudah melalui digital,” kata Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung dari pihak penyelenggara Harbolnas, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

Menurut Untung, pihaknya berharap dari perluasan ini dapat menyasar berbagai bidang, termasuk hasil alam. “Kami berharap platform yang memasarkan hasil alam juga bisa bergabung dengan Harbolnas kali ini,” kata dia.

Sebab, kata Untung, IdEA sangat menaruh perhatian besar untuk dapat mengembangkan jangkauan pasar dari produk hasil alam ini. “Yang paling efektif dan efisien tentu saja melalui pemasaran digital,” ujarnya.

Tahun ini, sebanyak 170 platform e-commerce telah mendaftarkan diri untuk ikut dalam ajang Harbolnas 12-12. Bagi IdEA, ajang Harbolnas kesembilan ini harus mempertimbangkan salah satu faktor penting yaitu kepercayaan konsumen terhadap 170 platform ini. “Dan tentu bagi peserta juga,” kata dia.

Pesta diskon belanja online ini memang sengaja diadakan dua hari. Hari pertama, 11 Desember 2019, fokus menjual produk lokal. Lalu hari kedua, 12 Desember 2019, untuk produk campuran, baik lokal maupun yang dari luar negeri. Konsep ini juga diterapkan pada ajang Harbolnas 2018 lalu.

Pada 12.12 kali ini juga ada yang berbeda dengan Harbolnas pada tahun-tahun sebelumnya. Yaitu lounchingnya platform e-course Kelas Bisa Bikin Website. Kelas yang bertujuan mengedukasi masyarakat serta pelaku bisnis online shop untuk bisa membuat website e-commerce. Baik untuk digunakan sendiri, maupun untuk membuka jasa pembuatan website.



Kita sadar bahwa teknologi digital dan e-commerce sedang berkembang pesat di Indonesia. Bahkan diprediksi oleh para ahli di McKinsey & Company jika pada tahun 2020 pertumbuhan e-commerce di Indonesia tumbuh 8 kali lipat, atau tumbuh hingga US$ 65 Miliar (910 Triliun Rupiah).

Dengan adanya e-course ini, diharapkan masyarakat dan pelaku bisnis online bisa semakin melek terhadap dunia digital dan e-commerce. Serta cepat ikut ambil bagian dalam perkembangan teknologi yang sedang tumbuh pesat di era 4.0 ini.



1 comment

  1. Platfrom e-course Kelas Bisa Bikin Website emang keren.. sangat dibutuhkan di era 4.0, semua wajib Melek digital biar ga kudet 😎

    ReplyDelete

Maaf komentar dengan URL saya hapus. No spam comments..
EmoticonEmoticon