Friday, February 14, 2020

Wa-Max: Strategi Whatsapp Marketing Omset Rp 0,5 Milyar

Sebagai pelaku bisnis online atau kita biasa sebut dengan istilah online shop, apalagi pemula justru banyak problem yang dialami, tak bisa dipungkiri nyatanya bisnis itu memang tidak mudah, tapi walaupun demikian selalu ada solusi bagi mereka yang ingin terus bergerak.

Banyaknya kendala yang dihadapi pemula, selain ada pada mindset, tentu hal teknis, salah satunya bagaimana produk yang dijuali bisa terjual laris, hidup harmonis.

Tool Whatsapp Marketing - WA-Max


Strategi Whatsapp Marketing Dengan iMacros WA-Max. Blast Ribuan Kontak Whatsapp Sekaligus Dalam Sekali Klik

Seorang teman saya, mas Ryan Putra. Sangat menginspirasi khususnya bagi saya yang bergerak dibidang olshop atau internet marketing.

Seperti yang kamu ketahui hampir semua pelaku online marketing di indonesia bersepakat mengatakan bahwa Whatsapp sangat powerful untuk melejitkan penjualan, dan ini bisa menjadi solusi terbaik untuk memaksimalkan penjualan kamu sekarang.

Bayangkan saja gimana tidak powerfull selain kita bisa membangun kolam database seluas mungkin, menariknya lagi bisa manfaatkan untuk media promosi langsung atau sebagai media komunikasi dengan calon pembeli dan customer.

Tentu ini akan berdampak pada yang namanya "Trust" kepercayaan antara penjual dan pembeli.

Mas Riyan Putra yang sudah saya singgung diawal tulisan. Selain sosok yang menginspirasi, beliau juga seorang fulltime internet marketer. Pernah bercerita bahwa ia mendapatkan omset 0,5 milyar rupiah dengan profit lebih dari setengahnya itu sekitar 75% penjualannya terjadi di chat whatsapp.

Keren bukan?

Produk yang ia jual adalah produk digital seperti software, aplikasi, theme website, ebook, file grafis, video kursus, program mentoring dan banyak lagi.

Kadang merupakan produk miliknya sendiri dan sering juga ia menjualkan produk digital milik orang lain (sebagai affiliate). Harga produk yang ia jual berbeda-beda antara Rp 200ribu – Rp 1jutaan.

Bayangkan, Jika produk miliknya sendiri maka disini profitnya bisa 100% (karena produk digital) tapi jika ia menjualkan produk orang lain maka penghasilannya dari komisi penjualan yaitu antara 35% – 60%.

Mas Riyan menggunakan banyak saluran promosi diantaranya sosmed organik seperti promosi di status FB, grup FB, FB organik, channel telegram dan sebagainya.

Selain itu Mas Riyan juga melakukan iklan berbayar seperti Facebook ads & email marketing tapi ujung dari semua promosi di berbagai media tersebut ia arahkan ke form order di website atau order via chat WA.

  • Budaya atau karakter sebagian besar orang di Indonesia dalam belanja online lebih nyaman melalui chat dibandingkan melalui halaman form order atau checkout di website
  • Respon semua chat yang masuk dengan cepat dan tentu saja ramah
  • Untuk gambar profil WA gunakanlah foto yang profesional dan bisa meningkatkan kepercayaan calon pembeli
  • Agar pekerjaan kita efektif dalam menjawab pertanyaan berulang dari setiap calon pembeli sebaiknya siapkan template teks yang fleksibel untuk dicopy paste
  • Lakukan segmentasi atau pengelompokan antara orang yang belum melakukan pembelian (leads) dan mereka yang sudah menjadi buyer
Luar biasanya, menurut Mas Riyan ada 2 metode promosi via Whatsapp. Apa saja itu?

Metode 1 Whatsapp Marketing – Mencari Target


Mencari target artinya fokus mencari sebanyak-banyaknya no WA aktif untuk kemudian dikirim penawaran secara broadcast atau personal baik dengan cara manual maupun tools.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan no WA aktif:

  • Membeli database no WA siap pakai
  • Melakukan scrapa no WA dari internet & grup
  • Random generate no WA menggunakan tools
Biasanya untuk memverifikasi no tersebut aktif atau gak dibutuhkan tools validator. Setelah mendapatkan list database no WA yang aktif barulah kita mengirimkan pesan penawaran.

Disinilah masalah banyak terjadi.

  • Jika isi pesan yang dikirim langsung jualan (padahal belum kenal) ini sama halnya seperti kita mendatangi seseorang dan langsung nembak ngajak nikah. Umumnya tentu akan mendapat penolakan bukan?
  • Karena pesan yang dikirim nyebelin bisa jadi banyak yang marah dan akhirnya menekan tombol blokir atau lebih parah lagi melakukan report. Ini tentu akan jadi masalah serius.
  • Karena punya banyak list no WA jadi fokusnya adalah pengiriman pesan massal padahal sebagus apapun tools yang digunakan bisa menyebabkan blokir. Instant messenger seperti WA dibuat untuk komunikasi yang normal bukan spam oleh robot.
Tips dari Mas Riyan:

Kalau kamu beneran nyaman dengan metode ‘mencari target’ ini maka beberapa poin yang perlu kamu lakukan adalah:


  • Gunakan foto profil yang profesional
  • Tulislah kalimat penting dibagian info atau deskripsi profil
  • Kirimkan konten bisa berupa artikel atau link video ke youtube
  • Kenalkan siapa Anda secara bertahap
  • Kirimkan pesan yang singkat dan mudah dipahami
  • Jualan hanya produk yang terbukti bagus
  • Gunakan trik jualan softselling
  • Sertakan cara mereka berhenti menerima pesan misalnya mereka bisa balas dengan kata STOP
Gini, meskipun kamu sudah praktekan semua poin di atas tapi jangan heran jika konversi penjualannya kecil, karena akan ada yang membalas dengan bahasa cacian,  lalu memblokir kamu dan sebagainya.

Ini bisa kita sebut jualan dengan cara spam maka kita harus siap dengan resikonya misalnya kehilangan no WA karena di blokir oleh Whatsapp.

Dan metode ini sangat tidak direkomendasikan untuk dilakukan oleh bisnis yang membutuhkan branding karena cara ini tidak elegan.

Metode 2 Whatsapp Marketing – Menjadi Magnet


Penyebutan mencari target dan menjadi magnet adalah istilah pribadi dari Mas Riyan.

Sesuai namanya ‘Magnet’ maka disini kita bukan kita yang mengejar calon pembeli tapi calon pembeli yang mendatangi kita.

Tentu, saya pribadi lebih menyarankan kamu menggunakan metode ini terutama jika bisnis kamu membutuhkan branding yang baik.

Kelebihan metode ini:

  • Tidak ada resiko blokir dan report
  • Lebih elegan dan sesuai dengan marketing modern
  • Berfokus pada kualitas
  • Branding menguat dan bermanfaat untuk jangka panjang
Langkah-langkah untuk mempraktekan metode ini adalah:

  • Buatlah give away atau produk gratisan yang menarik minat calon pembeli. Misal Anda jualan buku yang Anda tulis sendiri lalu Anda buat ebook PDF mengenai bocoran 15% isi bukunya. Berani?
  • Simpan di penyimpanan online seperti Google Drive lalu ambil linknya dan bisa bungkus dengan bitly agar lebih pendek.
  • Sajikan penawaran ebook tersebut dengan sebuah cover 3d yang menarik di halaman website yang simple.
  • Untuk mendapatkan ebooknya visitor web harus menekan sebuah tombol di web yang mengarah ke chat WA no Anda.
  • Anda bisa berikan link download ebooknya sekaligus penawaran diskon atau bonus jika mereka membeli buku Anda.
  • Dengan mereka chat duluan maka nama mereka akan muncul di WA kita & bisa kita simpan ke akun Google contact. Itulah yang akan menjadi database legal kita nantinya.
  • Anda bisa menggunakan tools tambahan untuk mengirimkan pesan massal di waktu tertentu kepada database legal Anda tersebut.
Disini karena mereka datang sendiri dan terterik dengan brand atau konten kita maka mereka akan lebih welcome sekalipun kita jualan.

Toolsnya Gak Ngefek!


Udah beli tools WA mahal-mahal malah gak kepake, gak membawa hasil untuk bisnis kita?

Kalau menurut saya besar kemungkinan bukan toolsnya yang salah. Karena kalaupun memang kualitas toolsnya nggak bagus, kalau level kita sudah jauh lebih tinggi maka kita nggak akan tertarik beli. Hehe

Begini sahabatku, yang paling penting itu adalah pemahaman fundamental kita terhadap bisnis yang kita jalani.

Misalnya nih, dalam promosi via Whatsapp kita harus tau bahwa: WA ini termasuk dalam instan messenger yang sangat personal. Dimana ketika seseorang mengirimkan pesan akan langsung masuk ke area privasi individu.

Lain halnya dengan status di Facebook. Meskipun berisi iklan, tetapi tidak tertuju ke satu orang. Sehingga status FB tidak menimbulkan perasaan intimidasi.

WA sebaiknya digunakan untuk beromunikasi dua arah. Boleh-boleh saja melakukan broadcast pesan pengumuman atau jualan, tapi sebaiknya kepada orang yang telah mengenal kita. Minimal mereka sudah menyimpan kontak Whatsapp kita.

Jadi dengan memahami hal-hal basic seperti itu maka pikiran kita realistis dan logis. Kita nggak akan lagi berfokus mencari tools yang dapat mengirimkan pesan WA secara massal, brutal dalam waktu singkat atau mengirim pesan tanpa menyimpan nomer dan lain-lain.

Fokusnya bagaimana menciptakan ketertarikan orang lain terhadap kita, membangun trust, meningkatkan value, dan lain sebagainya.

Dengan begini, maka tidak ada satu aturan yang dilanggar, dan tidak ada resiko banned akun WA dll.

Kalau kamu tertarik untuk mendalami strategi Whatsapp Marketing, kamu bisa belajar sama mas Riyan Putra. Silahkan masuk kesini: WA-Max.

Ok selamat praktek yah, No Praktek, No Ngefek!!